Memang pemberian hadiah dan hukuman pada hakikatnya bertujuan positif. Yakni, memotivasi agar anak belajar. Itu terjadi jika dilakukan dengan cara tepat. Sebaliknya, jika dilakukan dengan cara salah, hukuman justru membuat anak malas belajar, frustrasi, dan rendah diri. Ibarat tanaman, sekolah merupakan pot untuk menyemai biji agar tumbuh dengan baik dan kelak bisa berbuah.

Untuk tumbuh dengan baik, dibutuhkan media tanah, kondisi pot, siraman air, pupuk, dan perawatan secara teratur. Hukuman fisik sering menjadi penghambat utama bagi anak untuk mengaktualisasikan diri. Anak yang menerima hukuman fisik akan merasa dihantui ketakutan, rendah diri, dan sulit konsentrasi belajar sehingga prestasi belajarnya semakin buruk.
Anak-anak belajar dari apa yang mereka alami. Bila anak hidup dengan kritik, mereka akan mudah menyalahkan. Bila anak hidup dengan rasa takut, mereka mudah gelisah. Bila anak hidup dengan ejekan dan dipermalukan, dia akan menjadi rendah diri dan merasa bersalah. Untuk itu, sebelum berakibat semakin parah terhadap perkembangan jiwa anak, Ibu harus segera mengambil langkah untuk mengatasinya. Lalu, apa yang bisa di lakukan?
  1. Sebagai orang tua, kendalikan emosi karena anak kita dituding kurang pintar di sekolah.
  2. Duduklah bersamanya, ajak bercakap-cakap agar anak tidak semakin terbebani.
  3. Introspeksi diri, pastikan bahwa kita bisa menjadi tempat curhat dan berbagi untuk membantu mengatasi masalahnya.
  4. Tumbuhkan dan eratkan hubungan orang tua dengan anak.
  5. Jangan menyalahkannya, tapi sebaliknya berikan kepercayaan agar dapat memperbaiki diri.
  6. Lakukan komunikasi dengan guru yang bersangkutan.

Saya yakin, sebenarnya guru melakukan tindakan tersebut dengan maksud baik. Hanya, caranya mungkin kurang tepat sehingga berdampak kurang baik terhadap anak (maklum, guru juga manusia hehe..he..). Ibu bisa menanyakan maksud perlakukan terhadap anak Ibu dan menyampaikan kondisi anak Ibu yang menjadi tertekan, rendah diri, dan sulit konsentrasi belajar.

Anda bisa mengunjungi beberapa situs yang membahas hal ini, mungkin bisa jadi pertimbangan :

Hadiah dan Hukuman Bagi Anak
Perlukah Hadiah dan Hukuman Untuk Anak